Gerbangsadu Mandara

DIRJEN KEMENTRIAN DESA APRESIASI PELAKSANAAN PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI PROVINSI BALI

Foto. Dirjen Kemendes bersama Ka BPMPD serta Forkom Perbekel Provinsi Bali

Direktorat jendral Kementrian Desa Daerah tertinggal dan Transmigrasi melaksanakan kunjungan ke kantor BPMPD Provinsi Bali pada hari kamis, 22 September 2016. Kunjungan Dirhjen Kemendes PDT diterima langsung oleh Kepala BPMPD Provinsi Bali Ir. Ketut Lihadnyana, M.MA. Acara tersebut juga dihadiri oleh seluruh staf BPMPD Provinsi Bali serta forum Komunikasi Kepala Desa Provinsi Bali. Dalam sambutannya KA BPMPD Provinsi bali memaparkan bahwa pelaksanaan program unggulan Bali Mandara yang dilaksanakan oleh BPMPD Provinsi Bali yaitu program Gerbansgadu Mandara yang telah menyasar di 217 Desa di Provinsi Bali serta terdapat hasil yang cukup baik yaitu program bali mandara mampu menekan angka kemiskinan di Provinsi Bali sampai dengan 4,25% dan mampu meminimalisir kesenjangan antara penduduk di Desa dan di Kota. Dalam arahannya Dirjen Kementrian Desa PDT juga menjabarkan pemanfaatan dana Desa yabng diluncurkan oleh pemerintah Pusat dikelola dengan baik sehingga pemanfaatan dana desa sesuai dengan perencanaan yang dibuat oleh desa melalui RPJMDesa serta dijabarkan pada RKP Desa. Selain itu juga arahan beliau juga menjabarkan bahwa Desa-Desa mampu meningkatkan perekonomian melalui dibentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) sehingga perekonomian masyarakat mampu ditingkatkan di masing-masing desa.

Hits: 3

Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Gerbangsadu Mandara di Kecamatan Nusa Penida

Foto. Kegiatan Monitoring dan Evaluasi GSM di Kec Nusa Penida

Monitoring pelaksanaan kegiatan Gerbangsadu Mandara di Kecamatan Nusa Penida dilaksanakan pada hari Jumat 9 September 2016. Dari 16 Desa yang berada di Kecamatan Nusa Penida 13 Desa telah mendapatkan program Gerbangsadu Mandara dari Tahun 2012 hingga Tahun 2016. Pada Monitoring dan evaluasi kegiatan tersebut Kepala Desa beserta pengurus BUMDesa dikumpulkan di ruang rapat UPT Pelayanan Kecamatan Nusa Penida. Acara tersebut dipinpin oleh Kepala Bidang Usaha Ekonomi Masyarakat I Made Wiryata, ST, M.Si yang mewakili Kepala BPMPD Provinsi Bali. Pelaksanaan kegiatan tersebut mengevaluasi kinerja pelaksanaan Program Gerbansgadu Mandara di Nusa Penida dan memberikan pengarahan terhadap apa yang bisa dilaksanakan serta tidak bisa dilaksanakan pada program Gerbangsadu Mandara. Hasil monitoring yang didapatkan yaitu beberapa desa telah melaksnakan program Gerbansgadu Mandara dengan baik tetapi beberapa Desa perlu meningkatkan pelaksanaan pelaksnaaan program / kegiatan baik dari segi administrasi serta targhet sasaran program.

Hits: 9

Sosialisasi Membangun Desa Mandiri Energi Melalui Desa Mandiri Energi Bersih

Sosialisasi Membangun Desa Mandiri Energi Melalui Desa Mandiri Energi Bersih,

Jumat 26 Agustus 2016 di Ruang Rapat BPMPD Provinsi Bali

       Dalam rangka pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) dalam menunjang program Bali Bersih dan Hijau (Clean and Green), Kemeterian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Pemerintah Provinsi Bali menggagas Kawasan Nasaional Energi Bersih (KNEB) di Bali dan menjadikan Bali sebagai wilayah percontohan pengembangan energi bersih. Kawasan Nasional Energi Bersih (KNEB) Bali meluncurkan program percontohan Desa Energi Bersih untuk mengembangkan ekosistem pasar teknologi EBT khususnya di daerah yang belum teraliri listrik serta akses listrik yang belum dapat diandalkan yang nantinya akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).  Sehubungan dengan hal tersebut, pada hari Jumat tanggal 26 Agustus 2016 di Ruang Rapat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Provinsi Bali diadakan Sosialisasi Membangun Desa Mandiri Energi Melalui Desa Mandiri Energi Bersih yang dihadiri oleh BPMPD Kabupaten penerima bantuan Gerbang Sadu Mandara beserta Kepala Desa dan Ketua BUMDesa perwakilan masing-masing Kabupaten. Sosialisasi diisi oleh KNEB Bali dan CoRE Universitas Udayana. Program ini akan mengkhususkan pada pengelolaan teknologi EBT bertenaga surya. Program ini difokuskan pada keterpaduan tiga unsur pengembangan ekosistem pasar berbasis komunitas lokal : (1) Kesesuaian dengan potensi ekonomi dan budaya lokal; (2) Penerapan teknologi tepat guna; dan (3) Penerapan model bisnis yang transparan dan berkeadilan.

Hits: 33

Read more...